Leak, Wewe Gombel dan Kuntilanak

Wewe gombel adalah sebuah istilah dalam tradisi Jawa yang berarti roh jahat atau hantu yang suka mencuri anak-anak, tapi tidak mencelakainya. Konon anak yang dicuri biasanya anak-anak yang ditelantarkan dan diabaikan oleh orang tuanya. Wewe gombel biasanya akan menakut-nakuti orang tua si ana katas sikap dan perlakuannya kepada anaknya sampai mereka sadar. Bila mereka telah sadar, Wewe Gombel akan mengembalikan anaknya.

Sementara itu, leak adalah penyihir hitam yang gemar membunuh anak-anak dengan memakan organ dalam mereka dan mengisap darah. Untuk meningkatkan kekuatan sihir mereka, ritual-ritual tertentu dijalankan. Persamaan Wewegombel dengan Kuntilanak adalah mereka sama-sama perempuan dan gemar menculik anak-anak, sedangkan leak bisa saja seorang laki-laki atau perempuan.

Dalam sejarah Veda, makhluk sejenis leak dan kuntilanak ini dikenal dengan nama khecari, yang dapat hinggap di satu dahan pohon dan terbang ke dahan ohon yang lain dalam sekejap. Kita bisa melihat bahwa konon kuntilanak senang bertengger di dahan pohon dan terbang ke dahan yang lain. Veda Srimad Bhagavatam meakai istilah khecari untuk menyebut wanita penyihir yang senang menculik anak-anak dan membantai mereka. Dalam Veda Srimad Bhagavatam 10.6.27-29 juga disebutkan berbaga jenis makhluk halus dan jin seperti Kusmanda, Dakini, Yatudani, Kotara Revati, Putana dan Jyestha yang mengakitabkan kemalangan bagi orang dengan menebarkan terror dan pengaruh buruk pada badan dan pikiran. Akan tetapi Kitab Suci Veda Srimad Bhagavatam menyimpulkan: sarve nasyantu te visnor nama-grahana-bhiravah – semua jenis makhluk hals dan penyihir hitam itu akan lahir terbirit-birit jika di tempat itu senantiasa dikumandangkan nama suci Tuhan Sri Krishna.

Terkait dengan mujarabnya pengucapan nama suci Tuhan, dalam Kitab Suci Veda Garuda Purana disebutkan tentang kisah seorang brahmana bernama Saptaptaka yang sedang ber-tirtha-yatra. Ketika Santaptaka tiba di sebuah hutan, ia bertemu dengan lima makhluk halus yang sedang memakan mayat manusia. Mencium bau Santaptaka, kelima hantu itu berlari mengejarnya. Santaptaka yang ketakutan akhirnya berhasil ditangkap oleh kelima makhluk halus itu dan diterbangkan untuk mereka makan. Dalam ketakutan yang luar bias aitu, Santaptaka mengucapkan nama suci Tuhan sri Krishna berulang-ulang. Atas kesucian mantra tersebut, para makhluk halus yang kejam dan mengerikan itu berhenti menyiksanya dan seketika teringat kehidupan masa lalu mereka. Kemudian, kelima makhluk halus itu menceritakan kisah bagaimana mereka bisa menjadi makhluk mengerikan semacam itu. Seusai bercerita demikian, Tuhan pun muncul di hadapan Santaptaka dan kelima makhluk halus itu. Atas karuna Tuhan, kelima hantu itu dan juga Santaptaka mencapai pembebasan dari segala dosa dan pulang Kembali kepada Tuhan.

Dalam Veda Garuda Purana juga dinyatakan:

Avasenapi yan-namni

 

“Bila seseorang mengucapkan nama suci Tuhan Sri Krishna sekalipun dalam keadaan tidak berdaya atau tanpa sengaja, segala reaksi dosanya lenyap sebagaimana halnya ketika seekor singa mengaum, binatang lain lari terbirit-birit.”

 

Ternyata, leak tidak hanya ada di Bali. Mungkin kita tahu bahwa makhluk sejenis ada di Thailand atau Burma, namun asalnya sesungguhnya dari India utara. Penyihir-penyihir hitam yang disebut khecari ini gemar menculik anak-anak dan membunuh mereka dengan keji. Dalam sejarah Veda, seorang khecari bernama Putana adalah penyihir hitam yang paling beruntung di jagad raya. Putana adalah seorang wanita penyihir (yang bisa saja kita sebut sebagai leak) yang pandai mengubah wujud sekehendak hatinya. Putana adalah salah satu rekan Kamsa. Bisa kita bayangkan betapa kuat dan mengerikannya raja Kamsa pada saat itu sehingga leak-leak dan para makhluk halus tunduk kepadanya. Karena itulah, Kamsa yang kuat itu harus dibunuh oleh Tuhan sendiri yang muncul sebagi keponakannya yang kedelapan.

Ketika Putana ingin meracuni Tuhan Sri Krishna dengan airs susu yang tercampur racung, Tuhan mengisap seluruh daya hidup penyihir itu sehingga penyihir itu mati mendadak. Akan tetapi, karena pada saat kematiannya Putana melihat bentuk Tuhan sebagai bayi berkuli kebiruan yang tampan dan lucu, Putana dibebaskan dari segala pencemaran dosanya dan diangkat ke dunia rohani tempat tinggal Tuhan untuk menjadi pengasuh. Itulah karunia besar yang diberikan oleh Tuhan Sri Krishna bahkan bagi orang-orang yang menentang diri-Nya.

Demikian beberapa hal tentang makhluk halus yang diulas berdasarkan Kitab Suci Veda. Kitab Suci Veda Garuda Purana paling banyak mengulas mengenai makhluk halus, yang pada dasarnya adalah makhluk-makhluk yang berada dalam sifat kebodohan (tamasika). Makhluk-makhluk halus ini adalah korban kecelakaan, bunuh diri atau mati penasaran dengan cara yang tidak wajar. Dinyatakan bahwa para makhluk halus tersebut harus menderita selama 60.000 tahun sebelum mendapat kesempatan untuk lahir Kembali menjadi makhluk yang lebih tinggi. Pelaku bunuh diri pasti menjadi hantu dan menderita selama itu pula. Karena itu, bunuh diri adalah perbuatan berdosa yang sangat besar, termasuk membunuh ibu hamil, membunuh janin atau membunuh brahmana.

Sebagaimana dinyatakan dalam Kitab Suci Veda Srimad Bhagavatam, ketika makhluk-makhluk ini mendengar pengucapan nama-nama suci Tuhan, masa hukuman mereka diperpendek. Dengan kata lain, mereka bisa lebih cepat mencapai bentuk kehidupan yang lebih tinggi dan tidak harus menunggu selama 60.000 tahun. Cara lain adalah dengan senantiasa memberikan mereka prasadam (makanan yang telah dipersembahkan kepada Tuhan). Dengan senantiasa mendapatkan prasadam, makhluk-makhluk halus tersebut akan cepat diangkat dari sifat kegelapan dan mencapai bentuk kehidupan yang lebih baik. Kembali dalam Kitab Suci Veda Srimad Bhagavatam dijelaskan bahwa para makhluk halus dapat langsung menjadi manusia jika mereka masuk ke dalam rahim seorang wanita yang melakukan hubungan suami istri tidak sah dan pada waktu dan tempat yang tidak tepat. Dalam Kitab Suci Veda Srimad Bhagavatam diberikan contoh mengenai Dewi Diti yang membuat keturunan pada saat senja hari sehingga anak-anak yang dilahirkannya berwatak raksasa dan kejam.