Kehidupan manusia adalah sebuah sistem. Apakah sistem itu? Sistem yang membuat tatanan dalam masyarakat manusia menjadi teratur dan terarah ke dalam jalur kehidupan yang pada akhirnya membawa semua pihak ke dalam tujuan hidupa yang sejati: moksartham jagadhitaya ca iti dharmah. Pada Zaman Kaliyuga, sebagaimana dinyatakan dalam Kitab Suci Veda, kebanyakan orang ingin mencapai kesejahteraan di dunia ini tanpa hubugnan dengan Tuhan, dan hampir setiap orang ingin menjadi bebas tanpa mempedulikan hak-hak manusia dan makhluk lain. Karena itu, Zaman Kaliyuga disebut zaman kegelapan dan pertengkaran. Kegelapan ini pun menyelimuti zona pemerintahan. Dinyatakan bdalam Kitab Suci Veda bahwa pemerinttah seharusnya berpedoman kepada ajaran-ajaran yang suci bersumber dari Kitab Suci Veda seperti Manu Samhita, Nitisastra, Purana dan kitab-kitab Itihasa (sejarah kegiatan rohani Tuhan dan penyembah-Nya yang murni) seperti Mahabharata dan Ramayana agar para pemimpin masyarakat memiliki panutan yang terang guna membimbing warga negara meunju kehidupan yang spiritual, sejahtera, harmonis dan damai.

pemerintahan suci

Peradaban Veda menekankan empat hal penting dalam kehidupan manusia, yaitu daya, sauca, tapa, dan satya: cinta kasih, kesucian, pengendalian diri, dan kejujuran. Keempathal ini adalah empat pilar dharma, atau hukum semesta. Jadi, menurut Kitab Suci Veda, keempat pilar ini harus mendasari segala aspek kehidupan manusia agar tercipta kedamaian yang sejati dan segenap manusia pada akhirnya dapat kembali kepada Tuhan. Keempat pilar dharma ini, jika diteliti lebih jauh, ada dalam setiap agama dan rumsu moral manusia. Sebagai contoh, setiap agama pasti mengajarkan cinta kasih, pertapaan, kesucian, dan kejujuran dengan cara melarang umatnya menyiksa makhluk lain, berjudi, mabuk-mabukan, dan berzina. Karena itu, empat pilar dharma ini adalah sifat keuniversalan dari sifat-sifat kebajikan. Dengan kata lain, keempat pilar dharma ini adalah misi Tuhan untuk mengangkat kesadaran manusia.

Dalam ruang lingkup politik dan pemerintahan, prinsip-prinsip dharma juga harus ditegakkan. Dalam Kitab Suci Veda Bhagavad-gita 3.21 dinyatakan

yad yad ācarati śreṣṭhas
tad tad evetaro janaḥ |
sa yat pramāṇaṁ kurute
lokas tad anuvartate ||

Artinya:
Perbuatan apa pun yang dilakukan orang besar, masyarakat umum mengikuti. Standar apa pun yang ditetapkannya melalui sikap teladannya, seluruh dunia mengikutinya.

Karena itu, pemerintah sebagai pamong masyarakat harus memiliki sikap yang patut dijadikan teladan bagi warga negara. Sebagaicontoh, jika pemerintah membiarkan tindak korupsi dan tidak menjatuhkan sanksi tegas terhadap para pelakunya, maka masyarakat akan ikut menjadi tidak tegas dan meniru sikap pemerintah. Pemerintahan yang ideal yang dicantumkan dalam kitab-kitab Veda Dharmasastra adalah pemerintahan yagn menjalankan misi Tuhan sebagaimana disebutkan sebelumny. Para pemimpin atau para ksatriya harus memiliki sifat-sifat kebajikan yang luhur dan mendasari setiap kebajikannya sesuai dengan aturan Kitab Suci Veda dan petunjuk orang-orang suci.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here