Ada banyak tanda suci yang dipakai oleh umat Hindu. Walaupun berbeda-beda, tujuannya adalah menandai bahwa mereka adalah para pengikut setia Sanatana Dharma. Jadi, setiap kali Anda melihat seseorang memakai tanda-tanda suci itu di badan mereka, Anda bisa langsung berkata, itu saudara se-Hindu!

Setiap agama dan keyakinan memiliki atribut suci yang dihormati oleh para pemeluknya. Hindu pun memiliki segudang tanda-tanda dan atribut suci yang dipakai oleh umat Hindu di seluruh dunia. Tanda-tanda suci ini, yang disebut dharmacihna lancana oleh para leluhur Hindu Nusantara, ada beragam dan unik sekali.

Ada baiknya jika kawan-kawan Hindu mengenal tanda-tanda suci ini sehingga kita semua bisa saling menghormati. Dengan mengenal makna dan asal mula tanda-tanda suci ini, umat Hindu bisa saling mengerti saudaranya dari belahan lain dunia, dengan adat-istiadat berbeda, dan dengan tatacara pemujaan yang berbeda.

Ada tanda-tanda suci khas yang dipakai di badan, utamanya di kening. Ada pula atribut suci yang dipakai sebagai perhiasan. Semua itu bertujuan untuk mengingatkan setiap orang bahwa badan ini harus senantiasa disucikan sebab badan ini adalah stana Tuhan. Dengan memakai tanda-tanda dan atribut suci, manusia Hindu diberikan mandat oleh Tuhan untuk senantiasa menjaga sikap, pikiran dan perkataan sebab Tuhan hadir di dalam hati setiap orang sebagai saksi segala perbuatan.

Menggunakan tanda-tanda suci dan atribut suci bukan berarti untuk menangkal ilmu hitam atau sebagai jimat keselamatan. Banyak orang salah kaprah mengenai hal ini. Apabila seseorang melihat saudaranya memakai tanda-tanda suci, hendaknya dia berpikir bahwa di dalam badan saudaranya itu ada Tuhan sehingga dia harus saling menghormati.

Pemakaian tanda-tanda suci bukanlah pertanda bahwa tingkat spiritual seseorang tinggi, melainkan justru mengingatkannya bahwa dia mesti senantiasa rendah hati di hadapan Tuhan dan orang-orang yang patut dihormati. Apabila seseorang memakai tanda-tanda suci namun tidak menunjukkan perubahan pikiran, sikap dan perkataan, maka dia tidak berbeda dengan memakai perhiasan biasa.

Perhiasan yang paling utama sesungguhnya adalah bibir yang senantiasa menyebut Nama Suci Tuhan, berkata-kata yang baik, keramah-tamahan, dan perbuatan yang terpuji. Hal-hal tersebut adalah perhiasan yang tidak ternilai harganya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here