Teknologi Canggih di Zaman Veda (Bag. 2)

0
stargate
Stargate (Portal Ruang Waktu)

Stargate atau Portal Ruang Waktu

Saat kita kanak-kanak, mungkin orang tua kita pernah bercerita tentang seorang warga desa yang masik ke tengah hutan, menyelinap di antara pepohonan besar, lalu hilang tanpa jejak, setalah lewat tengah hari, dari balik celan pohon yang sama, orang itu tiba-tiba muncul dengan pakaian baru sambil menjinjing bakul berisi kue-kue dan makanan yang enak. Kisah seperti ini populer di desa-desa pada masa lalu, tidak hanya di Bali, namun juga Jawa, Sumatra bahkan hinga pedalaman Papua. Di Bali sendiri, orang-orang yang dapat melakukan hal itu adalah mereka yang mendapatakan sejenis paspor untuk masuk ke dimensi dan alam milik makhluk lain dan berinteraksi dengan mereka.

Peristiwa semacam itu hanya gambaran sekilas dan bukti nyata prinsip kerja portal ruang waktu. Misalnya, jarak Jakarta-Denpasar adalah 3000 kilometer, ditempuh dengan pesawat selam satu jam. Akan tetapi, jika Anda menggunakan teknologi portal ruang-waktu, Anda melipat jarak Jakarta-Denpasar dengan kecanggihan teknologi sehingga begitu Anda masuk ke dalam sebuah pintu di Jakarta, ruang di balik pintu itu adalah kamar sepupu Anda di denpasar. Singkatnya, portal ruang-wkatu memperpendek jarak antara ruang ke ruang lainnya dan dengan demikian seseorang bisa berpindah tempat dalam sekejap teknologi ini memang tidak hanya ada dalam pintu ke mana saja miliki Doraemon, namun juga dalam peradaban Veda, portal ini telah menghubungkan satu planet ke planet lainnya selama masa itu, dan tentu saja di masa kini. Kita mungkin hingga saat ini kebingungan tentang bagimana leluhur yang sudah meninggal dan masuk ke alam lain namun pada saat yang sama bisa dipuja lewat tempat pemujaan yang ada di tempat suci (pura atau merajan/sanggah). Sebenarnya, prinsip portal ruang-waktu digunakan di sini. Surga dan neraka adalah sistem planet berbeda di alam semesta ini, karena itu, baik surga maupun neraka akan sama-sama mengalami pralaya atau peleburan ketika berakhirnya alam semesta. Karena itu, Kitab Suci Veda mengajarkan bahwa tujuan terakhir makhluk hidup bukanlah surga, melainkan dunia rohani yang kekal, penuh pengetahuan dan penuh kesadaran yang suci-rohani.

Dalam Kitab Suci Veda Srimad Bhagavatam, penerapan teknologi portal ini bisa kita lihat dalam Skanda Ketiga. Dinyatakan bahwa ketika seseorang yang gemar melakukan perbuatan berdosa mendekati ajal, enam pesuruh Dewa Yamaraja (Yamadipati) akan datang dari sistem planet Pitraloka untuk mencabut nyawa orang itu. Mereka akan muncul dari sebuah lorong ruang-waktu yang menghubungakan sistam planet patala bumi ini. Ketiga enam pesuruh Yamaraja tersebut mencabut nyawa seseorang, mereka mengikat roh orang itu dengan tali yang terbuat dari unsur material yang halus, bukan tali biasa, karena roh orang yang meninggal namun belum mencapai kesucian sempurna masih dibungkus unsur material yang halus yaitu pikiran, kecedasan dan ego palsu, yang akan membawa mereka ke dalam badan yang baru di kelahiran selanjutnya. Badan halus yang membungkus roh (atma) inilah yang merekam semua kegiatan karma yang dilakukan semasa hidupnya. Badan halus itu juga terdiri atas prana, atau daya hidup, yang berawa dari tulang ekor manusia. Karena itu, kitab-kitab suci lain seperti Hadits Al-Quran menyatakan bahwa ketika hari pengadilan terakhir, tuahn meniapkan napas kehidupan bagi manusia melalui ujung tulang ekornya sehingga manusia dapat mengisahkan perbuatan yang telah dilakukannya pada kehidupannya di masa lampau.

Selanjutnya dinyatakan dalam Ktiab Suci Veda Srimad Bhagavatam 3.30.24:

yojanānāṁ sahasrāṇi
navatiṁ nava cādhvanaḥ
tribhir muhūrtair dvābhyāṁ vā
nītaḥ prāpnoti yātanāḥ

“Maka dia (orang yang berdosa itu) harus melawati jarak 99.000 yojana (792.000 mil) dalam waktu dua hingga tiga detik, kemudian (setelah di sampai di planet Yamaraja), dia akan menerima siksaan yang harus diterimanya.”

Jadi, jarak antarplanet hanya ditempuh dalam waktu tiga detik dengan prinsip kerja portal ruang-waktu. Kitab Suci Veda menyatakan bahwa perjalanan di satu planet ke planet yang lain di mungkinkan dengan cara seperti ini.

Dalam Kitab Veda Katha Upanisad, dikisahkan tentang seorang anak bernama Nachiketa yang bertemu dengan Dewa Yama di kediamannya, planet Pitraloka. Nachiketa bertanya kepada Dewa Yama mengenai bagaimana jalan keluar dari kelahiran dan kematian berulang-ulang, dan Dewa Yama akhirnya mengajarinya Brahma-vidya, pengetahuan tentang palayanan cinta kasih rohani kepada Tuhan untuk mencapai kediaman Tuhan yang kekal di dunia rohani.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here