Teknologi Canggih di Zaman Veda (Bag. 2)

0

Rakayasa Genetika

Saat ini banyak dapat kita saksikan hasil rekayasa genetika, mulai dari semangka tanpa biji hingga kelinci blasteran dengan tiga warna bulu adalah hasil menipulasi genetika yang terdapat dalam DNA makhluk hidup. Pada zaman Veda, banyak contoh rekayasa genetika yang menghasilkan makhluk-makluk yang kuat dan sempurna. Sebagaimana contoh, Rsi Kasyapa dengan tiga belas istrinya menurunkan berbagai janis makhluk hidup mulai dari ikan, burung, ular, dewa, yaksa, hingga serangga pada awal Manvantara keenam. Para Pandava adalah campuran antara gen para dewa dengan ibu seorang manusia. Dalam Kitab Suci Srimad Bhagavatam, Skanda Sembilan dinyatakan bahwa Mitra dan Varuna membuat embrio yang bakal manjadi Rsi Vasistha dari air mani mereka yang disimpan dalam tempayan. Ini menandakan bahwa seorang anak dapat dilahirkan hanya dari benih ayah, namun ilmuwan modern belum dapat menjangkau ilmu pengetahuan ini.

Menurut Veda, ras-ras manusia yang dikenal pada Zaman Kaliyuga ini adalah keturunan dari para dewa atau makhluk-makhluk surgawi seperti para Yaksa, Kinnara, Gandharva dan sebagainya. Makhluk-makhluk ini pada saat tertentu di masa lampu menghuni bumi dan berbaur dengan masyarakat manusia, lalumenurunkan generasi yan baru. Sebagai contoh, Bhima yang asalah manusia menikah dengan Hidimbi, yang berasal dari ras raksasa. Arjuna menikah dengan Ulupi yang berasal dari ras reptilian (naga) dari sistem planet Patala. Dalam Mahabharata dikisahkan tentang Raja Pururava yang menikah Urvasi, seorang bidadari dari planet surga. Dalam Kitab Mahabharatadan juga hampir semua kita Purana juga dijelaskan mengenai makhluk-makhluk asing yang mendiami wilayah bumi dan sekitarnya, tang kemudian berinteraksi dan kisah Babad Nusantara, raja-raja Nuasantara zaman dahulu disebut menikah dangan bidadari, yang secara genetika tentu berbeda dengan ras manusia. Akan tetapi, bagaiaman keturunan bisa lahirkan dari perkawianan antargen tang berbeda tetap manjadi misteri bagi sains modern.

Mungkin uraian tentang teknologi Zaman Veda terkesan fantastis di hati kita, namun kita pun tidak pernah tahu betapa terheran-heranya kakek kita yang berusia 70 tahun ketika melihat kecanggihan ponsel pintar miliki kita. Kitb Suci Veda menyatakan, zaman senantiasa berputar dari waktu ke waktu dengan urutan kejadian yang serupa jadi, peradaban canggih di masa lalu bukanlah sebuah teori, namun sebuah cerminan dari apa yang sudah terjadi jauh sebelumnya dan apa yang bisa saja terjadi di masa depan. Perbedaan antara teknologi Zaman Veda dan teknologi modern sebenarnya hanya terletak pada subyek. Pada zaman Veda, kemampuan fisik dan mentalnya hampir sempurna membuat manusia itu sendiri menjadi smartgadget “piranti pintar” yang bisa melakikan hal-hal yang ajaib dengan kemampuan sendiri. Akan tetapi di zaman modern, saat kemampuan fisik dan mental manusia merosot karena pengaruh Zaman Kaliyuga yang gelap, kemampua indera dan mental manusia berpindah ke alat-alat elektronik, sehingga kelihatan alat-alat itulah yang membuat semua keajaiban dalam kehidapan kita, jadi, entah disebut sihir atau sulap, teknologi Zaman Veda nyatanya telah membuktikan lewat Kitab Suci Veda dan Sejarah Purana bahwa ada teknologi yang lebih halus, suc dan ramah yang pernah dimiliki oleh ras manusia pada waktu yang jauh dua masa lampau.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here