Teknologi Canggih di Zaman Veda (Bag. 1)

0

Ketika kita mendengar kata teknologi, pikiran kita mungkin cenderung mengarang pada layar komputer, robot, mesin-mesin besar yang bergerak otomatis, serta telepon seluler layar sentuh. Di sisi lain, orang yang hidup seabad-duaabad lalu memiliki gambaran berbeda tentang teknologi. Di benak mereka bisa saja terbayang mesin uap di lori kerata api, cerobong asap pabrik penggilingan tebu, dan  lengan-lengan besi dari  pabrik pemintalan benang. Di balik semua itu, pernahkah kita mencoba menebak, apa gambaran teknologi nun jauh si masa lalu, ketika peradaban Veda  merajai dunia sebelum dimulainya Zaman kaliyuga?

Zaman Veda,— mari kita sebut demikan memiki pengartian yang luas. Akan tetapi, sesuai dengan rangkuman sejarah alam semesta yang dicatat oleh Rsi Vyasa, arcaya agung umat hindu, dalam Kitab Suci Veda Srimad Bhagavatam, zaman Veda mengarah pada suatu masa ketika seluruh umat manusia berpedoman pada ajaran Veda. Dalam Kitab Suci Veda Srimad Bhagavatam dijelaskan bahwa sebelum zaman Kaliyuga dimulai, bumi hanya memiliki satu penguasa turun-temurun. Karena itu, kata Sanskerta untuk seorang raja adalah narapati, nṛpa atau nṛpati, yang berarti pemimpin umat manusia, bukan pemimpin golongan-golongan tertentu. Menurut uraian Kitab-Kitab Purana, raja terakhir yang memerintah seluruh muka bumi adalah Janamejaya, putra Raja Pariksit, sekitar 3 abad sebelum Masehi. Setelah Janamejaya mangkat, Zaman Kaliyuga dimulai dan bangsa-bangsa di dunia pecah menjadi ratusan negara, bahasa dan budaya.

Jadi, dalam bahasan ini, Zaman Veda berarti zaman sebelum Kaliyuga dimulai. Tiga zaman sebelum, yaitu Zaman Satya, Treta dan Dvapara, adalah zaman-zaman keemasan perdaban Veda. Pada Zaman kaliyuga, peradaban Veda meredup karena pengaruh sifat kegelapan (tamasika)  yang menyelimuti hampir seluruh bumi. Kehidupan manusia mulai merosot bersamaan dengan dimulainya Zaman Kaliyuga, biak dari segi fisik, daya ingat, dan termasuk perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Jika kita menelusuri lebih dalam Kitab Suci Veda, kita akan menemukan keajaiban teknologi pada masa lampau yang tidak kalah bahkan jauh lebih canggih dari pada teknologi masa kini. Kitab Suci Veda Mahabharata, Ramayana dan puluhan Kitab Purana menguraikan bukti-bukti tentang bagaimana umat manusia pada zaman Veda hidup di tengah keajaiban teknologi. Sebagai contoh kecil, pada saat perang Mahabharata, ketika Arjuna mengeluarkan astra (senjata) yang dapat meledak, beliau mencelupkan ujung panahnya dalam air suci dan mengucapakan mantra Veda. Ketika senjata dolepaskan, senjata berbahan kayu dan besi itu berubah menjadi bom yang mengertian.

Kadang ketika kita yang hidup di era modern ini menyimak uraian seperti itu, kita menganggap keajaiban-keajiban yang dijabarkan dalam Kitab Suci Veda sebagai sihir atau mitos. Akan tetapi, istilah sihir atau teknologi sebenarnya tidak jauh berbeda jika dilihat dari efisiensinya. Sebagai contoh, jika seorang dapat berpergian dengan mudah dari satu tempat ke tempat lain yang berjarak 100 kilometer dengan cara terbang dengan bantuan mantra-mantra Veda, mengapa dia harus repot-repot lagi membeli mobil? Jika Anda dapat menciptakan makanan sendiri dengan mantra Veda, mengapa Anda harus membeli microwave dan kompor gas? Jadi, istilah teknologi dalam hal ini berarti segala sesuatu yang memudahkan pekerjaan manusia. Jika manusia pada Zaman Veda mengendalikan segala sesuatu dengan kemampuan sendiri (dengan mengucapakan mantra, telepati dan sebagaianya), maka kemampuan manusia  yang super itu kini telah berpindah ke dalam barang-barang elektronik seperti mobil, komputer, dan telepon genggam. Karena itu, kini muncul istilah teknologi halus dan teknologi kasar. Teknolog dalam zaman Veda menggunakan cara-cara halus yang kebih tinggi tingkatannya dari cara mekanik moderm dan digital. Cara-cara halus seperti mengucapkan mantra mungkin terlihat seperti sihir, namun itulah teknologi yang lebih halus. Teknologi jenis halus ini menggunakan vibrasi suara (mantra) untuk mengubah susunan unsur material. Jika mantra diucapakan salah, maka hasilnya juga salah. Ini mirip separti password yang digunakan untuk meluncurkan roket dan bom pada zaman modern. Jika frekuensinya tidak tepat, makan bom tidak meledak. Jadi, vibrasi mantra sangat penting dalam teknologi Veda yang halus.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here