Draupadi

Dalam Kitab Suci Veda Manu Samhita, ada lima orang yang patut diberikan perlindungan, yaitu (1) para brahmana atau orang-orang suci yang tekun mengajarkan kitab suci dan membimbing umat dalam kemajuan rohani, (2) wanita, (3) anak-anak, (4) sapi, dan (5) orang yang sudah tua. Di antara kelima hal tersebut, wanita adalah salah satunya. Dalam Kitab suci Veda, wanita dihormati karena kesetiaan dan kesuciannya. Karena itu, dalam Kitab Suci Veda dikenal istilah kanya, yang berarti wanita yang suci dan setia. Ada juga istilah sati bagi wanita yang setia dalam menjalankan pertapaan dan kewajibannya. Kata sati ini kemudian menjadi kata’siti’ dan diadopsi oleh masyarakat Arab untuk menamai kaum wanita sebagai pertanda sifat-sifat yagn saleh. Lebih jauh lagi, Kitab Suci Veda Manu Samhita menyatakan:

yatra narayasu pujyante ramante tatra devatah |
yantraitastu na pujyante sarvas tatraphala kriyah ||
3.56 ||

”Di mana wanita dihormati, di sanalah para dewa berkenan. Namun di mana pun mereka tidak dihormati, upacara suci apapun tidak akan membuahkan hasil.”

Sepanjang sejarah yang dicatat dlaam Veda, ada banyak tokoh wanita yang menjadi teladan generasi-generasi beriutnya. Para ibu ini dikenal karena kesuciannya dan kesetiaannya kepada Sanatana-dharma dan suami. Nama-nama para ibu berikut ini diambil dari Kitab Suci Veda Srimad Bhagavatam (Bhagavata Purana), yang disebut sebagai kitab suci yang sempurna. Berikut adalah beberapa di antara para ibu yang agung yang disebutkan dalam Veda

1Kunti

Siapa yang tidak mengenal Ibu Kunti dengan air matanya yang senantiasa menetes? Ibu Kunti adalah putri Dinasti Bhoja, saudara Vasudeva, dan seorang janda dengan lima putra yang dikenal dengan nama Pandava. Sepanjang hidupnya, Ibu Kunti mengalami penderitaan. Akan tetapi, pada saat yang sama, Ibu Kunti berdoa kepada Krishna. Doa in dicatat dalam Kitab Suci Veda Srimad Bhagavatam:

Vipadah santu tah shasvat tatra tatra jagad-guro |
bhavato darsanam yat syad apunar bhava-darsanam ||
18.25 ||

”Wahai Krishna, wahai Jadag-guru, guru seluruh alam semesta. Hamba berharap semua penderitaan itu terulang kembali sehingga kami bisa melihat-Mu terus-menerus. Karena dengan melihat-Mu kami tidak akan melihat lagi kelahiran dan kematian yang berulang-ulang.”

Di saat kita berdoa kepada Tuhan demi keselamatan, kemashyuran dan kesehatan, Ibu Kunti bersenang hati menanggung segala penderitaan, karena dengan mengalami penderitaan, seseorang bisa menyadari tentang Tuhan dan mengingat Tuhan. Ketika kita dibutakan oleh kebahagiaan, kekayaan dan kesehatan, kita cenderung melupakan Tuhan. Demikianlah Ibu Kunti yang suci mengajari kita berserah-diri dan yakit pada perlindungan Tuhan. Semoga dengan memuji keagungan Ibu kunti, yang sangat dicintai Tuhan yang turun sebagai Putra Devaki, kita mendapatkan karunianya.

2Draupadi

Dalam kelahiran sebelumnya, Ibu Draupadi memohon kepada Mahadeva agar diberikan suami yang sempurna, tampan, bijak, perkasa, ahli senjata dan cerdas. Sayang sekali, pada Zaman Dvaparayuga tidak ada manusia yang sesempurna itu. Karena itu, Dewa Siva memberinya lima suami, yaitu Pandava. Akan tetapi, Ibu Draupadi telah membuktikan kesetiaannya dan ketabahannya dalam melayani suami-suaminya dengan adil. Karena itu, Ibu Draupadi terpuji sebagai salah satu wanita terhormat sepanjang sejarah. Dalam Mahabharata juga dinyatakan bahwa Draupadi adalah ekspansi Laksmi di planet-planet surga. Dalam Kitab Suci Veda mahabharata, peristiwa penyeretan Draupadi ke ruang balairung, para anggota Kerajaan Kuru adalah sebuah peringatan bagi setiap manusia bahwajika wanita tidak dihormati di suatu negara, maka negara itu akan mengalami kehancuran. Jika dalam suatu negara, wanita dibiarkan bebas tanpa pengawasan dan perlindungan, maka negara itu jatuh dalam kesialan. Karena menghina Draupadi dan mencoba menjatuhkan kehormatannya, para Kaurava akhirnya harus menemui nasib yang mengerikan di medan perang.

3Sita

Ketika Ibu Sita diculik oleh Ravana, sedetik pun tidak pernah beliau melupaan Sri Rama, suaminya. Karena itu, Ibu Sita adalah wanita yang suci, dan kesuciannya dibuktikan dengan masuk ke dalam api. Ketika Ibu Sita masuk ke dalam api untuk membuktikan kesuciannya, api tidak bisa membakarnya. Dengan demikian, kita mendapat pelajaran bahwa seorang wanita tetap menjadi suci jika dia setia kepada Tuhan dan suaminya.

Savitri

Savitri adalah putri Raja Asvapati satu-satunya. Raja Asvapati memerintah Kerajaan Madra-desa (kini Madras), sebagaimana diuraikan dalam Mahabharata dan Matsya Purana. Raja melakukan pertapaan untuk memuaskan Dewa Brahma dan pasangannya, Dewi Savitri, dan raja memohon anugerah seorang anak. Ketika anaknya lahir, raja menamainya Savitri. Savitri tumbuh menjadi gadis yang cantik dan berbudi. Sayang sekali, ayahnya belum bisa menemukan calon suami yang cocok baginya ketika sang putri sudah cukup umur. Jadi, raja mengirim Savitri ke seluruh penjuru negeri sehingga ia dapat menemukan pasangan hidup yang sesuai. Setelah beberapa watu, Savitri memutuskan untuk menikahi Satyavana. Satyavana adalah putra Dyumatsena, seorang raja buta yang diasingkan dari kerajaannya sendiri, Salya-desa. Karena hal ini, mereka hidup di hutan. Satyavana adalah seorang pria yang sederhana namun memiliki kewibawaan seorang ksatria. Ini membuat Savitri jatuh hati. Dia datang pdaa ayahnya untuk mengabarkan perjodohannya. Pada saat itu, Narada-muni berada di istana ayahnya. Rsi Narada menyatakan bahwa Satyavana adalah orang yang pantas dan berkualifikasi namun dia memiliki umur yangpendek. Dia akan meninggal dalam waktu satu tahun. Mendengar itu, Savitri tidak mengubah keputusannya. Dia tidak akan menikahi pria lain. Akhirnya, pernikahan pun dilangsungkan.

Suatu hari, setelah tinggal di hutan selama setahun, Satyavana pergi menebang kayu sebagaimana mestinya. Savitri telah melakukan pertapaan selama beberapa bulan dan hari itu dia pergi bersma suaminya ke tengah hutan. Tiba-tiba, Satyavana jatuh dan kepalanya sakit. Pada saat yang sama, Savitri melihat sosok makhluk yang mengambil jiwa suaminya. Segera ia menyadari bahwa itu adalah Yamaraja, dewa kematian, yang datang menjemput suaminya. Setelah Yamaraja mengambil Satyavana dengna badan halusnya, Savitri mengikuti Dewa Yama. Dewa Yama melarangnya ikut dan menawarkan banyak karunia kecuali menghidupkan kembali suaminya. Walaupun demikian, Savitri terus mengikuti Dewa Yama hingg asuaminya dikembalikan. Akhirnya, Dewa Yama menjadi agak jengkel dan bosa.

Savitri memohon kepada Dewa Yama agar mertuanya yang buda dapat melihat kembali dan agar kerajaannya kembali. Dewa Yama mengabulkannya karena kesal. Savitri tidak berhenti di sana. Dia meminta seratus anak laki-laki untuk ayah kandungnya. Yama pun mengabulkannya karena Savitri terus mengikutinya. Kemudian, Savitri meminta seratus anak untuk dirinya, yang setampan Satyavana. Dewa Yama pun mengabulkan ini tanpa banyak berpikir. Karena seorang anak tidak bisa lahir jika seorang istri tidak bersatu dengan suaminya, maka Dewa Yama kemudian menyadari kekeliruannya. Akhirnya, Dewa Yama dengan sukarela membiarkan Satyavana hidup kembali untuk memiliki keturunan. Demikianlah, atas kekuatan pertapaan, kebijaksanaan dan pengabdian Savitri, dia mengalahkan kematian bagi suaminya dan menyelamatkan ayah serta mertuanya.

4Devahuti

Devahuti adalah putri Svayambhuva Manu, yaitu Manu yang menurunkan ras manusia sepanjang periode Manvantara pertama. Devahuti dinikahkan engan Rsi Kardama dan mempunyai sembilan putri dan seorang putra bungsu. Devahuti terkenal karena ketabahan hati dan pertapaannya yang keras. Ketika dinikahkan dengan Rsi Kardama, Devahuti setiap hari sibuk melaani suaminya dalam pertapaan dan melaksanakan pemujaan kepada Tuhan. Devahuti mengumpulkan bahan-bahan untuk upacara agnihotra setiap hari, menyiapkan kayu bakar, membersihkan tempat pemujaan, dan sebagainya, yang dilakukannya demi pengabdian kepada suaminya yaitu seorang rsi dan penyembah Tuhan yang suci dan taat. Akhirnya, setelah bertahun-tahun, badan Devahuti menjadi kurus-kering, kelopak matanya kehitam-hitaman, dan kecantikannya memudar. Melihat ketabahan hati istrinya, Rsi Kardama mengundang para apsara surgawi untuk datang dan mendandani istrinya (apsara adalah jenis bidadari yang bertugas menari di planet-planet surga milik Dewa Indra). Pada saat apsara datang dan mengajak Devahuti mandi di Sungai Sarasvati. Mereka kemudian mengajak Devahuti masuk ke dalam air danau yang sebening kristal dan mendandadninya laksana bidadari di dalam air sungai. Ketika kecantikan Devahuti kembali, dia menghadap suaminya. Dengan kekuatan yoga mistiknya, Rsi Kardama kemudian membuat sebuah istana emas yang dapat terbang ke seluruh penjuru alam semesta. Mereka menaiki istana terbang itu dan berkeliling alam semesta. Demikianlah Devahuti dan Rsi Kardama memberikan kita pelajaran bahwa seorang wanita hendaknya memiliki kesetiaan dan kesucian dalam mengabdi kepada seorang suami yang saleh. Seorang suami hendaknya tekun mengabdi kepada Tuhan dan guru kerohanian.

5Aditi

Dewi Aditi dikenal karena sumpah-sumpah dan perbuatan sucinya yang bahkan membuat Tuhan berkarunia untuk menjadi ibu dari para dewa. Dalam beberapa kali kelahirannya, Aditi dan suaminya, Rsi Kasyapa, menerimba Tuhan sebagai putra mereka. Contohnya, Vamana-avatara, yang lahir dari Aditi.

Dalam Kitab Suci Veda Bhagavata Purana, Dewi Aditi berdoa sebagai berikut:

sri-aditir uvaca
yajnesa yajna-purusacyuta tirtha-pada tirtha-sravah sravana-mangala-namadheya |
apanna-loka-vrjinopasamodayadya sam nah krdhisa bhagavann asi dina-nathah ||
8.17.8 ||

”Dewi Aditi berkata: Wahai Tuha npenguasa dan penikmat segala korban suci! Wahai yang tidak pernah jatuh dan yang paling termashyur! Ketika nama suci-Mu dikumandangkan, segala kemujuran datang. Wahai Tuhan yang sebenar-benarnya! Pengendali Tertinggi! Sumber semua tempat suci! Diri-Mu adalah tempat bernaung setiap makhluk yang menderita. Kini Engkau telah muncul untuk menghilangkan pederitaan mereka. Mohon berkarunialah kepada kami dan berikanlah kami kemujuran.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here